Kamis, 29 Januari 2015

Siapa yang Ingin Jadi Finance Manager?

Dalam perusahaan besar, khususnya perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas, kita mengenal adanya top manager yang mebawahi manajer-manajer tingkat fungsional. Umumnya manajer-manajer tingkat fungsional ini ada empat:
·         Manajer pemasaran
·         Manajer keuangan
·         Manajer operasi
·         Manajer SDM

Tapi ada juga sih perusahaan yang cuma punya tiga, atau bahkan lebih dari empat, tergantung kebutuhan juga sih.  Sebagai contoh dibawah ini adalah struktur organisasi dari PT Wijaya Karya Beton Tbk

Disana direktur utama (top manager) membawahi empat direktur (manajer) fungsional, tapi keuangan dan SDM digabung dan operasi dibagi dua. Kalo dilihat kebawah lagi kita bisa menarik kesimpulan kenapa dibagi dua, karena yang satu khusus untuk operasional produksi barang, dan yang satu operasional produksi jasa. Jadi pembentukan departemen fungsional perusahaan mau 3, 4, 5, 100, tergantung kebutuhan sih.

Nah kali ini saya mau bahas tentang peran manajemen keuangan yang mesti harus ada di semua perusahaan besar. Peran manajer keuangan itu apasih qaqa?? Sebelum itu kita mesti tau dulu peran manajer sendiri itu apa:
  1. Peran interpersonal, yaitu ia memiliki peran dalam memimpin dan sebagai perantara.
  2.  Peran Informasional,  yaitu ia memiliki peran sebagai penghantar informasi kepada para anggotanya dan juga sebagai juru bicara untuk mewakili organisasi yang dibawahinya.
  3. Peran memutuskan, nah secara spesifik, peran memutuskan ini berbeda-beda untuk setiap manajer fungsional tadi. Terkait peran keputusan ini, jika elo elo pada jadi manajer keuangan, maka keputusan kalian tidak keluar dari tiga area keputusan ini, yaitu keputusan pendanaan, keputusan investasi, dan keputusan dividen.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai peran keputusan oleh manajer keuangan ini, biar lebih ngerti, saya akan mereview yang namanya neraca. Setiap perusahaan pasti punya posisi neracanya masing-masing. Rumus dari neraca adalah

Aset = Liabilitas atau kewajiban + Ekuitas atau kepemilikan

Dibagian kiri ada aset dan di bagian kanan ada liabilitas dan ekuitas.
Liabilitas itu kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan contohnya utang sedangkan ekuitas itu menunjukkan kepemilikan contohnya saham. Nah, sekarang mari kita bahas sekalian dengan 3 peran keputusan manajer keuangan tadi (soalnya kaitannya erat bingitz).


  • Keputusan Pendanaan

Kalau nanti kalian jadi manajer keuangan, kalian mesti mikirin nih, kalian mau dapetin dana dari mana aja. Setiap alternatif pendanaan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Proporsi pendanaan pun juga menentukan keoptimalan dari pendanaan itu sendiri. Mau pake modal sendiri? Gapapa sih kalau kalian tidak mau untuk mengembangkan perusahaan kalian karena modal sendiri kan cenderung terbatas. Kalaupun modal sendiri mencukupi untuk mengembangkan perusahaan (ekspansi, produk baru, dll), kalian mungkin akan berubah pikiran ketika belajar manajemen keuangan lebih dalam ketika mengetahui betapa lebih menguntungkannya berutang daripada memakai modal sendiri (Kalau ada kesempatan nanti dibahas). Makanya peran ini lebih fokus pada sisi kanan neraca (liabilitas dan ekuitas). Sumber-sumber dana bisa didapat dari pasar keuangan (pasar modal dan pasar uang), instrumen dan bentuknya banyak, mereka punya kelebihan masing-masing, itu tugas kalian nanti sebagai manajer keuangan.


  • Keputusan Investasi

Sekarang dana yang didapat mau dipakai buat apa saja? Nah itu juga tugas manajer keuangan. Kali ini fokus di sisi kiri neraca. Yaitu aset. Aset itu kalau diuraikan jadi banyak lagi, contoh, ada aset lancar dan aset tetap. Dana yang didapat tadi baik berupa ekuitas maupun liabilitas (dijumlahkan jadi total aset) mau ditempatkan dimana saja? Untuk aset lancar berapa? Untuk asset tetap berapa? Aset lancar nanti dipecah lagi, begitu pula aset tetap. Berapa alokasi untuk kas? Berapa untuk Persediaan? Dan lain-lain. Untuk beberapa alokasi aset mungkin perlu koordinasi dengan manajer fungsional lain contohnya alokasi persediaan mungkin butuh koordinasi antara manajer keuangan dengan manajer operasi (produksi). Ga Cuma investasi, keputusan divestasi juga dipikirin. Aset yang tidak memiliki nilai ekonomis lagi mungkin harus dikurangi, diganti, dijual, atau ditiadakan. Pokoknya aset-aset ini harus dikelola dengan efisien.
Sampai disini udah mulai kebayang kan repotnya jadi manajer keuangan dan pentingnya keberadaan manajemen keuangan itu? Tapi masih ada satu lagi nih. Jeng jeng jeng!!! Keputusan Dividen!!

Jadi kalau diilustrasikan dari persamaan neraca diatas, dana yang terkumpul dari sisi kanan akan terkonversi ke sisi kiri (aset).



  • Keputusan Dividen

Keputusan ini juga menjadi tantangan tersendiri nih guys! Perusahaan kan harapannya memeperoleh laba nih! Laba pun juga harus dikelola dengan bijak. Laba nya mau dibagi ke pemilik saham (dividen) atau ditahan dengan tujuan untuk diinvestasikan lagi untuk harapan laba yang lebih besar atau ditahan untuk tujuan lain. Jangan dikira gampang! Ini tuh dilematis karena buaanyak banget faktor yang harus dipertimbangkan. 

***

Jadi sebenarnya kegiatan manajer keuangan yang diuraikan diatas sasarannya apa sih qaqaaa??? Buat memaksimalkan laba kah?? Tetooot… salah! Ada tujuan yang lebih luas dari itu saudara-saudara sekalian!! Yaitu MEMAKSIMALKAN NILAI PERUSAHAAN. Laba dan nilai perusahaan itu (dicatat di jidat masing-masing) TIDAK SAMA. Berapa besarnya laba dilihat di laporan laba/rugi (di baris paling bawah), tapi berapa nilai perusahaan tercermin dari harga sahamnya! Mengapa nilai perusahaan yang menjadi fokus? Trust me! Kata “nilai” dari nilai perusahaan itu sama saja maksudnya dengan kata "nilai" di kalimat-kalimat yang dipelajari anak-anak (mungkin salah satu dari kalian) SDM, psikologi, antropologi, sosiologi, dan ilmu sosial lainnya. Dalam konteks SDM, setiap individu punya nilai yang dianut masing-masing. Dalam buku Perilaku Organisasi karangan Stephanus P. Robbins dan Timothy A. Judge, Nilai mengandung elemen penilaian karena mengandung ide-ide seseorang individu mengenai apa yang benar, baik, atau diinginkan. Kaitannya dengan "nilai" yang di keuangan sama saja! Harga saham itu bergerak sesuai penawaran dan permintaan, oleh karena itu harga saham menunjukkan di harga berapa investor mau membeli perusahaan untuk setiap lembar sahamnya. Maka dari itu nilai perusahaan disini mengandung elemen penilaian mengenai harapan investor akan perusahaan tersebut kedepannya, penilaian investor mengenai kinerja perusahaan, penilaian manajemennya, risikonya, semua-muanya pokoknya. Kalau harga saham perusahaan tinggi itu artinya investor mau beli di harga segitu karena dia menilai perusahaan itu lebih bagus dari semua pertimbangannya dibanding perusahaan lain yang lebih murah sahamnya. So, nilai perusahaan itu sudah mencakup semuanya, tidak hanya laba.

Nah, sudah punya gambaran kan rumitnya tanggung jawab sebagai manajer keuangan? Untuk mengambil keputusan perlu pertimbangan dan analisa yang mumpuni. Baik kualitatif maupun kuantitatif (dibantu perhitungan matematis). Terkait peran-peran tadi, jangan heran kalau kalian masuk jurusan manajemen keuangan ketemu ilmu-ilmu statistik, matematika, akuntansi, makro ekonomi, hukum, komunikasi, dan sebagainya.

Caooo…
Categories: ,

1 komentar: